BOGOR, 9 Mei 2026 — Majelis TAMASYA (Ta’lim Maulid Sabtu Ahad) Putaran ke-165 berlangsung penuh haru di kediaman keluarga almarhum Babeh Erys, Gang Oding, Bogor. Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 jamaah tersebut sekaligus menjadi momentum 40 hari wafatnya sosok yang dikenal sebagai salah satu pejuang dan perintis aktif dalam perjalanan dakwah TAMASYA.
Sejak pagi hari, puluhan jamaah dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi acara. Suasana khidmat langsung terasa ketika rangkaian kegiatan dibuka dengan Tartibul Fatihah, pembacaan Maulid Simtuddurror, qosidah, hingga tahlil khusus untuk almarhum.
Sohibul bait, Pak Ujang Junaedi selaku mertua almarhum, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para jamaah serta para asatidz yang telah meluangkan waktu menghadiri majelis tersebut.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan seluruh jamaah dan Kyai. Semoga silaturahmi dan perjuangan ini terus terjaga,” ujarnya.
Sebelum kajian inti dimulai, Ustadz Marfudin menyampaikan testimoni perjalanan awal mengenal majelis yang diasuh Kyai Ahmad Said. Ia mengenang bagaimana dahulu dirinya mencari lokasi Majelis Ta’lim Darul Futuh hingga akhirnya menemukan sebuah rumah sederhana tanpa papan nama di kawasan Loji, Bogor Barat.
Dalam testimoninya, Ustadz Marfudin menyampaikan kalimat yang mengundang perhatian jamaah:
“Mendingan ada pengajian walaupun gak ada plangnya, daripada ada plang majelis tapi gak ada pengajiannya.”
Pernyataan tersebut disambut antusias jamaah karena dinilai menggambarkan pentingnya substansi perjuangan dibanding sekadar simbol.
Dalam tausiyah utamanya, Kyai Ahmad Said membedah Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam An-Nawawi pada Bab Wasiat untuk Para Istri. Beliau menekankan pentingnya merintis amal kebaikan yang manfaatnya terus hidup meski seseorang telah wafat.
Kyai Ahmad Said mengutip sabda Rasulullah ﷺ tentang pahala bagi orang yang merintis kebiasaan baik dalam Islam. Menurut beliau, perjalanan TAMASYA yang kini telah mencapai putaran ke-165 menjadi bukti bahwa perjuangan seorang perintis akan terus mengalir menjadi amal jariyah.
Selain itu, Kyai juga menegaskan pentingnya mendidik pasangan dengan kasih sayang dan tahapan yang benar sesuai tuntunan syariat, bukan dengan kekerasan.
“Kalau memukul tanpa didahului nasihat dan tahapan sebelumnya, itu haram,” tegasnya di hadapan jamaah.
Beliau juga mengingatkan agar seorang suami tidak mudah membenci istrinya hanya karena kekurangan tertentu.
“Kalau ada akhlak istri yang tidak kita suka, pasti ada kelebihannya. Besarkan positifnya,” ujarnya.
Momen paling mengharukan terjadi di penghujung acara saat Kang Yogi Setiawan, yang kini melanjutkan amanah sebagai penanggung jawab divisi TAMASYA, menyerahkan cindera mata berupa foto dan syair perjuangan untuk keluarga almarhum Babeh Erys.
Syair tersebut dibacakan langsung di hadapan jamaah sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum dalam merintis dan menjaga perjalanan majelis. Suasana majelis pun berubah haru, diiringi isak tangis dan doa dari para hadirin.
Majelis ditutup dengan doa penutup Majelis dalam acara ini kita mengenang almarhum Babeh Erys serta harapan agar perjuangan dakwah dan silaturahmi yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan generasi berikutnya.
Kepergian almarhum mungkin meninggalkan duka mendalam, namun semangat perjuangan dan keteladanannya dinilai tetap hidup di tengah jamaah TAMASYA sebagai inspirasi untuk terus merintis jalan menuju kebaikan dan akhirat.
Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,
Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.
Berikut rekaman video kajian:
Untuk informasi lebih lanjut:
Konfirmasi Pengajuan Tempat
Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)
Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia )
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh