Bogor, Jawa Barat — Kegiatan rutin Tamasya (Ta’lim Maulid Sabtu Ahad) kembali diselenggarakan pada putaran ke-163, bertempat di kediaman Bapak Ustadz Marfudin, Sindangbarang Pengkolan. Acara ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan yang dengan penuh antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan keagamaan.
Kegiatan Tamasya merupakan forum majelis ilmu yang secara konsisten menghadirkan pembacaan maulid, tausiyah keagamaan, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat. Selain menjadi sarana menuntut ilmu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kehidupan beragama.
Selaku tuan rumah, Ustadz Marfudin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan kebahagiaannya karena majelis Tamasya bisa hadir di tempatnya.
Pada putaran kali ini, hadir dua penceramah yang memberikan tausiyah dengan tema yang sarat makna dan relevan dengan kondisi kehidupan modern saat ini.
Penceramah pertama, Abu Faiza dari program Prostadz (Proses Jadi Ustadz), menyampaikan kajian hadis mengenai pentingnya menjaga lisan. Dalam pemaparannya, beliau mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA,
– حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ حَدَّثَنَا أَبِي . أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ قَالَ : سَمِعْتُ الْحَسَنَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ اللهِ قَالَ : إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ ، وَمَا يَرَى أَنَّهَا تَبْلُغُ حَيْثُ بَلَغَتْ ، يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا.
yang menjelaskan bahwa seseorang dapat terjerumus ke dalam neraka hanya karena satu ucapan yang dianggap ringan, namun memiliki dampak yang sangat besar.
Pesan ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh jamaah bahwa di era komunikasi yang semakin terbuka baik secara langsung maupun melalui media sosial setiap ucapan harus dijaga dengan penuh kehati-hatian. Ucapan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan fitnah, perpecahan, bahkan dosa yang berkelanjutan.
Sementara itu, penceramah kedua, Kyai Ahmad Said, menyampaikan kajian lanjutan dari Kitab Riyadhus Sholihin” karya Imam Nawawi, pada Bab ke-34 tentang wasiat terhadap wanita. Dalam kajiannya, beliau menekankan pentingnya memperlakukan wanita dengan penuh kebaikan, sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah ﷺ.
Beliau menjelaskan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk, yang secara makna menunjukkan adanya karakter yang harus dipahami dengan bijaksana. Oleh karena itu, dalam membangun rumah tangga dan kehidupan sosial, diperlukan sikap lemah lembut, kesabaran, dan pengertian.
Kyai Ahmad Said juga mengingatkan bahwa keberkahan suatu daerah sangat erat kaitannya dengan tingkat ketaatan masyarakatnya kepada *Allah ﷻ*. Ia menyampaikan bahwa dalam sejarah, tidak sedikit suatu wilayah mendapatkan azab akibat kemaksiatan yang merajalela. Sebaliknya, banyak pula daerah yang tetap dilindungi oleh Allah ﷻ karena masih adanya orang-orang saleh yang menjaga ketaatan.
“Bumi ini butuh majelis-majelis seperti ini. Kadang satu kampung diselamatkan oleh Allah karena masih ada yang taat. Maka keberadaan majelis ilmu adalah bagian dari sebab turunnya rahmat Allah,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan khidmat. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib, mulai dari pembacaan maulid, penyampaian tausiyah, hingga penutup dengan doa bersama.
Dengan terselenggaranya Tamasya putaran ke-163 ini, diharapkan semangat menuntut ilmu dan memperbaiki diri semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan terus istiqamah sebagai sarana pembinaan umat, penguatan nilai keislaman, serta penjaga moralitas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kegiatan Tamasya putaran ke-163 ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar majelis ini senantiasa menjadi wasilah kebaikan, mempererat ukhuwah, dan meningkatkan keimanan seluruh jamaah.
Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,
Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.
Untuk informasi lebih lanjut:
Konfirmasi Pengajuan Tempat
Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)
Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia)
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh