Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin
Segala puji bagi Allah SWT yang dengan rahmat dan karunia-Nya, rangkaian Maulid Arbain 1447 H di MT Darul Futuh telah sampai pada malam ke-15 dengan penuh kelancaran, keberkahan, dan suasana penuh suka cita kepada Baginda Rasulullah ﷺ.
Kegiatan ini semoga bisa menjadi bukti akan adanya bibit ma’rifat dan kecintaan umat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ yang mulai tumbuh, di mana selama 40 malam berturut-turut kita diajak untuk membaca kisah kelahiran beliau (penj – yang biasa disebut dengan membaca Mulid), memperbanyak shalawat, menimba ilmu-ilmu kenabian, dan menghidupkan syiar dakwah di bulan yang penuh anugerah dan cahaya ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kepada kita semua akan Taufiq-Nya, memberikan kita semua kesehatan, Rizqi dan keberkahan serta istiqamah dalam menghadiri majelis hingga penutupan. Dan mudah-mudahan setiap kehadiran kita menjadi sebab yang kelak bisa mengumpulkan kita bersama dengan para Masyayikh kita sehingga kita bisa ikut Beliau beliau bersama Rasulullah ﷺ di akhirat.
Yaa Rab terimalah amal kami dengan segala kekurangan nya dan Jangan lah Engkau sia siakan, Tapi tutupi dan tamballah kekurangannya, Sempurnakan dan berkahilah kami Semua Yaa Rabbal ‘Alamiin. hanya ini yang kami haturkan semoga bisa membuat para Masyayikh pendahulu kami berkenan dan di hati baginda Rasulullah saw bisa menggembirakan di saat melihat situasi kami yang demikian ini di akhir zaman … amin

Sahabat, Jamaah dan pembaca sekalian….Guru Kita menyampai bahwa Perlu kita syukuri nikmat besar ini, yang mana kita bisa diberi taufik dihadirkan sama Allah swt kembali melanjutkan program tahunan Maulid Arbain di malam ke-15. Semoga Allah swt menjaga semangat dan kesehatan kita, dijauhkan kita dari godaan setan dan makhluk, dari nafsu kita ataupun dari segala yang bisa menggoda.
Karena kita ini kurang begitu menggoda, akhirnya gampang tergoda. Kalau kita sering mengajak, insya Allah tidak gampang diajak. Tapi karena kita pasif, maka akhirnya gampang diajak orang dan dipengaruhi sama dunia.
Kalau kita mau sadar dan mau membaca dan merenungkan sedikit saja tentang Rasul saw, Allah sampai berwasiat:
“Ayo silakan kalian mau ngapain saja laksanakan, cuma dengan catatan karena Allah.”
Maka dalam pelaksanaan pembacaan maulid, semua itu harus karena Allah. baik itu sendirian ataupun berdua, ataupun berjamaah. Kemudian di dalam proses pelaksanaan tadi, coba kalian pikirkan tidak ada pada Nabi kalian itu kekurangannya sama sekali. Pikirkan Nabi SAW, maka kau akan menemukan segala kesempurnaan dan kehebatan pada Beliau.
Ini berkali-kali kita sampaikan, yang paling dasar itu kita masuk lingkaran zikir. Untuk bisa nyampe, nyambung itu harus melalui pintu zikir, dan paling dasarnya itu lisannya dulu zikir. Bibirnya itu dipake membaca supaya didengar sama anaknya, biar anaknya gak ngomong dan bikin berisik. Kalau orang tuanya diam aja, makin berisik anaknya. Jadi ibunya itu harus komat-kamit mulutnya supaya terdengar oleh kita sendiri. Kalau bawa anak, ikut baca pasal sekiranya anaknya mendengar maka anaknya akan mengikuti. Kasih anak kita ini kesempatan supaya mulia lisan dan pikirannya.
Tapi kenyataannya di acara ini anak kita malah ngajarin yang aneh-aneh itu kepada anak yang lain, ngajarin game, ngajarin kosakata yang aneh, ngajarin mainan. maka tolong diawasi itu anak-anak kita. Kita ini ingin salawat yang tersebar, ilmu tersebar, kalam ulama tersebar, bukan malah yang aneh-aneh tadi.
Umur 7 tahun itu anak harus bisa zikir lisan. Baru Naik lagi ke zikir qalbi (hati memahami dan memaknai apa yang dia baca)
Kita itu harus paham perbedaan generasi, ada generasi Milenial kelahiran: 1981-1996 (disitu terjadi perubahan analog ke digital)
Ada generasi Gen Z: 1996-2012
Allah tidak menciptakan sesuatu untuk kebatilan, semuanya bisa dipake untuk haq (untuk kebenaran). Jangan sampai kebalik ya Allah (Nauzu Billah), Jangan sampai gara-gara HP anak saya jadi gak karuan, Jangan sampai gara-gara laptop anak saya jadi gak karuan.
Masing-masing semua dibangkitkan sesuai dengan niatnya, kita jaga diri jaga hati.
Di perang uhud itu ada yant ikut jihad sama Rasul, sampai dikatakan mati syahid sama ibunya. Tapi Rasul menyangkalnya “barangkali dia pernah ngomong apa-apa yang gak penting dia omongin” (urusan dulu sama Allah).
Dalam kitab Bidayatul Hidayah dikatakan, yang dimasukkan ke neraka duluan itu ahli Qur’an. Dia baca supaya dikomentari dipuji, “Ini ahli qiraah, ini ahli qasidah, ini ahli maulid.” Makanya hati-hati ini khususnya bagi yang baca qosidah yang baca fasal.
Baca dalam Syarah Mukhtasar Jiddan: “Allah tidak mendengarkan doa yang salah bacanya.”
Sekarang majelis-majelis mengadakan maulid tapi bacaannya salah, adabnya salah, ya gimana mau diterima sama Allah. Baca “yaa nabi salaam” malah salah jadi “saaalam” . Itu pernah ditegur sama guru kita Habib Soleh Hafizahullah. Ulama aja gak menerima kalau salah, apalagi Allah ?
Makanya yang baca fasal itu jangan sampai salah, panjang pendeknya di perhatikan, karena kita disini kan dibaca pake speaker, itu kedenger sama anak-anak, kadang mereka itu belum bisa baca tapi meniru dari apa yang mereka dengarkan. Kalau bacanya salah ya mereka ikut meniru yang salah.
Baru setelah itu Naik lagi zikrullisan wa qalbi, lisan kita membaca sedangkan hati kita sambil menghayati maknanya baru nyampe itu. Baru naik lagi ke dalam lingkaran Al-Qur’an.
Jadi Ingat urutan tingkatannya pertama Dzikir, ini ada tiga tingkatan : Dzikrul lisan, Dzikrul Qolbi (pemahaman dan penghayatan akan yang dibaca) ke tiga Dzikrul Lisan Wal Qolbi ….baru setelah itu silahkan mendekatkan diri kepada Allah swt dengan Pembacaan Al-Quran….
—
Khooriqul Aadah
Yang Merobek-robek Adat / Merubah hukum Allah di alam ini.
Definisi dukun:
Orang yang mengabarkan tentang kejadian-kejadian apa yang ada yang akan datang, dan mengetahui rahasia-rahasia dan seperti membaca ilmu yang gaib.
Di zaman sebelum Nabi, dukun itu 99,99% benar. Tapi setelah Nabi lahir ditutup pintu informasi kepada dukun supaya tidak terjadi persaingan antara berita kenabian dan berita perdukunan.
Sekarang jin pindah ngupingnya ke majelisnya para ulama, para aulia salihin yang dapet kasyaf dari Allah, kemudian disampaikan ke dukun.
8. As-Sya’wazah, Dajl, Sihir
As-Sya’wazah Itu dari kata sya’bazah, dibaca sya’wazah karena diarabkan. Sya’bazah Itu adalah nama seseorang yang mana kepada Sya’bazah ini lah ilmu sya’wazah (ilmu sulap) dinisbatkan. Sya’wazah itu trik-trik penipuan dan memberikan khayalan-khayalan yang mana tidak ada hakikatnya. Itu semua berdasarkan atas kecepatan keringanan tangan dan juga memalingkan pandangan dari apa yang dilakukan sya’wazah.
Dajl
Penipuan, yang membalik dari satu hakikat. Makanya semua fitnah Dajjal itu kebalikannya. Kalau Dajjal bilang surga berarti neraka, kalau Dajjal bilang sengsara berarti kebahagiaan. Itu fitnah Dajjal di akhir zaman seperti itu.
Sihir
Makna asli bahasanya khida’ = penipuan, pengkhayalan-khayalan yang tidak ada hakikatnya, hampir mirip seperti sya’wazah. Seperti yang dilakukan sama tukang “nammam” dengan omongan yang dihiasi yang mana omongan tadi bisa menghalangi orang lain untuk konsentrasi dan menyimak. Dan atas ini lah firman Allah: “Mereka menyihir pandangan manusia dan membuat mereka terteror (ketakutan).”
Jadi makanya kalau kita lihat diacara sulap itu ada asapnya, lampunya dibikin remang-remang, orang jadi gak konsen melihatnya. Diberikan khayalan kepadanya dari sihirnya mereka seakan-akan ular itu berjalan.
Dengan pola ini juga Nabi Musa dinamakan tukang sihir oleh para penyihir fir’aun, karena tongkatnya Nabi Musa juga bergerak jadi ular. Padahal kalau kata ulama, ularnya Nabi Musa itu adalah ular asli. Akhirnya para tukang sihir fir’aun mereka memanggil Nabi Musa “tukang sihir” karena hebat bisa merubah tongkat jadi ular.
Sihir itu mendatangkan bantuan setan dengan cara mendekatkan diri kepada setan. Jadi nanti energinya setan itu bisa dikeluarkan ke alam nyata melalui tukang sihir tadi.
“Apakah aku akan berikan berita yang sangat besar kepada kalian? Kepada siapa setan-setan itu suka turun?” Setan itu suka turun kepada orang yang tukang bohong dan banyak dosa (dikasih ide, dikasih contekan, kadang dikasih tenaga, energi tenaga dalam dan sebagainya, seperti pake khodam).
Bahkan kadang ada orang ceramah itu ada yang pake khodam, jadi ceramahnya itu pinter, yang ceramah itu khodamnya bukan orangnya. Satu ketika ada kyai yang ngerti melihat penceramah yang suka pake khodam, pas di undang di pesantrennya, sebelum penceramah itu tampil, mimbarnya diwiridin sama kyai. Akhirnya pas naik mimbar si penceramah yang suka pake khodam ini gak bisa ngomong sepatah katapun, akhirnya plonga-plongo karena khodamnya gak bisa ngomong.
Jadi jin-jin itu pada pinter, apalagi jinnya pesantren, ikut ngaji sama kyai bertahun-tahun.
Atas makna itulah firman Allah: “Akan tetapi setan-setan itulah yang kufur kepada Allah mengajarkan kepada manusia sihir.”
Jadi tukang sihir itu harus sedikit mendekatkan diri dan menyembah kepada setan baru dikasih ilmu sama setan.
Dalam kitab Fawaidul Makkiyyah, kata para ulama kadang disuruh nginjek Qur’an, ngencingin Qur’an baru dikasih ilmu sama setan, biasanya yang kepengin cepet kaya. Makanya yang kepengin cepet-cepet itu bakal masalah.
APAKAH SIHIR TERMASUK KHORIQUL ‘AADAH…?
Berkata Syekh Ali As-Salabi:
Sihir dan amal-amal yang mendalam yang dilatih oleh sebagian ahli riyadhah, baik dia tirakat badan, tirakat ruh, tidak bisa dikategorikan ke dalam khariqul aadah, karena masing-masing urusan tersebut punya metode yang mana itu memungkinkan bagi setiap orang untuk mempelajarinya dan untuk profesional dalam hal tersebut.
Apabila seseorang mengikuti sebab dan cara-caranya yang bisa mendatangkan hasil-hasilnya, itu mungkin bagi dia dengan perantaraan kesungguhan per individu. Dia bisa dengan latiha dan menekuni untuk bisa sampai pada hasil yang diinginkan tadi.
Adapun peristiwa khariqul aadah itu tidak masuk di bawah kemampuan manusia (mau latihan gimana pun gak bisa, dan gak bisa diupayakan). Maka khariqul aadah itu tidak ada sebab-sebab baginya yang bisa mendatangkan dia kesana (sebabnya hanya karena Allah). Contoh: api berubah jadi dingin.
Mukjizat itu berbeda-beda sesuai kondisi zaman nabi di saat itu, dan itu berkaitan dengan bidang-bidang yang mana kaum nabi itu pandai di bidang tersebut di zaman tersebut. Misalnya waktu di zaman Nabi Isa ummatnya ini pandai urusan kedokteran, maka Nabi Isa dikasih mukjizat kedokteran pada saat itu, seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit.
Adapun mukjizat Nabi kita Muhammad yang paling besar adalah Al-Qur’an dalam keindahan balaghahnya, dan pengkabaran Qur’an tentang hal-hal yang gaib dan kabar yang akan datang.
Kabar Nabi Yusuf itu tadinya gak ada yang tau, tahu-tahu Rasul cerita detail tentang Nabi Yusuf, sampai percakapannya seperti apa dalam cerita tersebut. orang Arab itu sampai bingung: “Muhammad dapat cerita dari mana ini?” Ini bukan cerita yang dibuat-buat tapi Allah yang memberi wahyu bahwa ada nabi yang bernama Yusuf di Mesir.
Mukjizat Al-Qur’an juga tentang hakikat keilmuan. Dulu orang gak tau ada ilmu sidik jari, tapi ketika Allah berfirman : “Allah bisa saja mampu menyamakan ujung jarinya,” itu orang kafir akhirnya meneliti sampai keluar ilmu sidik jari. Bayangkan, berapa milyar manusia itu sidik jarinya gak ada yang sama, subhanallah.
Dulu gak ada ilmuwan meneliti bahasa hewan, sekarang mereka sudah mulai meneliti bahasa hewan. Gajah diteliti, burung diteliti, bagaimana mereka itu berkomunikasi. Itu mulai di tahun 2017. Dan ternyata, itu semua terinspirasi dari Al-Qur’an, semut itu ngomong ke pasukannya (hewan itu punya bahasa): “Mereka itu gak merasa, jangan disalahkan.”
Lalu ada bahasa Nabi Sulaiman berbicara dengan burung Hud-hud. Akhirnya mulai ada burung kakatua diajak ngomong, burung beo diajak ngomong, karena mereka meyakini binatang itu bisa diajak bicara.
Ada beberapa binatang yang disebutkan dalam Qur’an, Ternyata itu binatang-binatang yang top-top semua. Perutnya lebah setelah dibedah ternyata punya 7 perut, ini hasil penelitian dari kosakata jamak (butuun) perut-perut lebah.
Mukjizat Nabi yang paling menonjol adalah terpancarnya air dari sela-sela jari beliau dan banyaknya orang yang minum dan wudu dari air yang keluar dari tangannya Nabi tersebut.
Nanti ada banyak kemuliaan-kemuliaan para aulia dan Kemuliaan ini bersumber, atau bercabang dari kemuliaan utama yang berasal dari Nabi SAW.
Jika antum penasaran dan pingin tahu lengkapnya Yuk silahkan di simak secara lengkap dalam link video berikut :
atau bisa juga disimak di Link FB berikut :
https://www.facebook.com/share/v/1EnfFuZM33/?mibextid=wwXIfr
Jangan lupa Yaa untuk di share dan Semoga Bermanfaat.
Yuk Berdakwah bersama Kami dengan berdonasi :
BSI
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
BSI
a/n Akhmad Said
7307578225
Dana
a/n Akhmad Said
085715844889
Atau dengan QRIS Majelis

No Konfirmasi :
Ahmad Said
085715844889
Yogi (Bendahara Majelis)
089638202536
Abdul Aziz (PD Maulid)
085714776807